Tenaga akademik meliputi dosen pengampu mata kuliah, dosen penasehat akademik, dosen pembimbing tesis, dan dosen penguji tesis.

1. Dosen Pengampu Mata Kuliah

Berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No. 44 tahun 2015 mengenai Standar Nasional Pendidikan Tinggi, dosen yang memenuhi syarat untuk mengajar pada program studi adalah dosen dengan gelar akademik doktor (Dr./Ph.D.) dan/atau spesialis konsultan (Sp. (K)) yang relevan dengan bidang ilmu yang diajarkan.

Semua mata kuliah di PMIB-FKUB diajarkan oleh tim dosen (team-teaching), di mana dua atau lebih dosen (multidisipliner) bekerjasama untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi capaian pembelajaran, bahan ajar, proses belajar mengajar, dan penilaian untuk kelompok atau kelas yang sama. Metode ini memberikan peluang kepada mahasiswa untuk dapat berinteraksi dengan para ahli pada masing-masing bidang ilmu, dan memberikan pendekatan multi-dimensi pada materi pembelajaran. Pelaksanaan team-teaching juga dapat meningkatkan obyektivitas pada penilaian mahasiswa.

2. Penasehat Akademik

Pembimbingan akademik adalah suatu hubungan kolaboratif antara mahasiswa dan dosen penasehat akademik (PA). Maksud dari kolaborasi ini adalah untuk membantu mahasiswa dalam mengembangkan tujuan pendidikan yang konsisten dengan kemampuan, minat, dan nilai-nilai. Kolaborasi ini juga dimaksudkan untuk mendorong pengembangan diri mahasiswa sebagai pembuat keputusan yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki motivasi, serta untuk mendorong keberhasilan penyelesaian studi dan kelulusan tepat waktu.

Tugas Penasehat Akademik

Penasehat akademik harus bertemu dengan mahasiswa bimbingannya minimal 3 kali setiap semester untuk: (a) merencanakan semester yang akan datang, (b) membantu mahasiswa dalam merencanakan program yang konsisten dengan kemampuan dan minatnya, (c) meninjau program akademik selama masa studi, (d) memantau kemajuan pencapaian capaian pembelajaran, (e) mendiskusikan nilai, (f) menginterpretasikan dan memberikan rasionalisasi bagi kebijakan insti-tusi, (g) menindaklanjuti setiap laporan yang tidak memuaskan dari mahasiswa bimbingannya (ketidakhadiran dalam perkuliahan, nilai yang kurang, nilai yang tidak lengkap pada akhir semester, dan sebagainya), (h) menginformasikan dan, jika perlu, merujuk mahasiswa pada pihak yang berwenang di dalam institusi ketika permasalahan akademik, sikap, kehadiran, atau masalah lainnya memerlukan intervensi (misalnya, pada psikolog atau psikiater yang ditunjuk oleh program studi).

3. Komisi Pembimbing Tesis

Komisi Pembimbing adalah tenaga akademik yang bertanggung jawab membimbing tesis. Setiap mahasiswa dibimbing oleh paling sedikit dua tenaga akademik dan paling banyak tiga tenaga akademik, salah satu diantaranya sebagai Ketua Komisi Pembimbing, dan yang lainnya sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Ketua komisi pembimbing adalah tenaga akademik tetap Universitas Brawijaya dengan gelar akademik doktor (lulusan S3) dan jabatan akademik minimal lektor, sedangkan dosen pembimbing pendamping sekurang-kurangnya bergelar akademik doktor tanpa mempertimbangkan jabatan akademik. Dalam hal pelaksanaan program dual degree dengan program pendidikan spesialis, Komisi Pembimbing dapat berasal dari dosen tidak tetap yang bergelar minimal spesialis konsultan. Komisi Pembimbing harus memiliki keahlian pada bidang ilmu yang berbeda untuk memperkaya tesis melalui pendekatan inter- dan multidisipliner.

Tugas Komisi Pembimbing

Tugas Komisi Pembimbing adalah (a) mengarahkan pemilihan topik penelitian, (b) membimbing perencanaan dan pelaksanaan penelitian, serta penulisan artikel jurnal dan naskah tesis, (c) memberikan penilaian pada usulan penelitian (ujian proposal penelitian), pelaksanaan penelitian, seminar hasil penelitian, penulisan dan ujian tesis, (d) menghadiri ujian proposal penelitian, seminar hasil penelitian, dan ujian tesis mahasiswa yang dibimbing, (e) bertanggung jawab terhadap proses penelitian dan penyelesaian penelitian sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

Prosedur Pembentukan Komisi Pembimbing

Pada akhir semester II, Komisi Pembimbing harus sudah terbentuk, dengan prosedur sebagai berikut:

  1. Proposal tesis harus sudah selesai disusun pada akhir semester II.
  2. Mahasiswa mengusulkan 2 tenaga akademik sebagai calon Komisi Pembimbing kepada Ketua Program Studi (KPS). Satu orang sebagai Ketua Komisi Pembimbing, dan satu orang lainnya sebagai Anggota Komisi Pembimbing.
  3. Berdasarkan proposal penelitian, KPS dan SPS mengadakan rapat koordinasi.
  4. Atas pertimbangan obyektif tertentu, hasil keputusan rapat koordinasi mengenai komisi pembimbing ini dapat sama dan dapat berbeda dengan usulan mahasiswa.
  5. Hasil keputusan rapat koordinasi tersebut dikirim ke Dekan FKUB oleh KPS untuk mendapat pertimbangan dan ketetapan.
  6. Dekan FKUB membuat SK penetapan susunan Komisi Pembimbing sesuai dengan hasil keputusan rapat koordinasi.

Perubahan Komisi Pembimbing

Jika karena alasan yang dapat dipertanggungjawabkan perlu diadakan perubahan Komisi Pembimbing, mahasiswa yang bersangkutan harus mengusulkan Komisi Pembimbing yang baru dengan mengisi formulir usulan perubahan Komisi Pembimbing kepada KPS untuk dipertimbangkan. KPS kemudian berkonsultasi dengan Dekan FKUB untuk mendapatkan pertimbangan dan persetujuan.

Alasan perubahan komisi pembimbing antara lain: (1) perubahan topik/judul tesis, (2) ketidaksesuaian substansi penelitian antara mahasiswa dengan pembimbing, (3) mahasiswa dan pembimbing sulit berkomunikasi untuk konsultasi, (4) batas waktu studi, (5) kode etik/moral/susila/intimidasi, dan/atau (6) pembimbing tidak memungkinkan untuk melanjutkan proses pembimbingan karena alasan khusus.

4. Penguji Tesis

Penguji tesis adalah tenaga akademik dengan gelar akademik minimal doktor atau spesialis konsultan yang bertanggungjawab mengevaluasi tesis mahasiswa. Setiap mahasiswa dievaluasi oleh paling sedikit dua orang penguji dan paling banyak tiga orang penguji. Penguji dapat berasal dari UB maupun dari luar UB. Penguji luar hanya diperbolehkan 1 orang dengan biaya transportasi dan akomodasi ditanggung oleh mahasiswa. Penguji tesis harus memiliki keahlian pada bidang ilmu yang berbeda untuk memperkaya tesis melalui pendekatan inter- dan multidisipliner.

Tugas Penguji Tesis

Tugas penguji adalah (a) memberikan penilaian pada usulan penelitian (ujian proposal penelitian), seminar hasil penelitian, dan ujian tesis, (b) menghadiri ujian proposal penelitian, seminar hasil penelitian, dan ujian tesis.

Prosedur Penetapan Penguji Tesis

Pada akhir semester II, penguji tesis harus sudah ditetapkan, dengan prosedur sebagai berikut:

  1. Berdasarkan topik penelitian mahasiswa (proposal penelitian), KPS dan SPS mengadakan rapat koordinasi untuk menetapkan tim penguji tesis.
  2. Hasil keputusan rapat koordinasi tersebut dikirim ke Dekan FKUB oleh KPS untuk pertimbangan dan persetujuan.
  3. Dekan FKUB membuat SK penetapan susunan penguji tesis sesuai dengan hasil keputusan rapat koordinasi.

Perubahan Penguji Tesis

Jika karena alasan yang dapat dipertanggungjawabkan perlu diadakan perubahan penguji tesis, KPS dan SPS mengadakan rapat koordinasi untuk menetapkan penguji tesis pengganti. KPS kemudian berkonsultasi dengan Dekan FKUB untuk mendapatkan pertimbangan dan persetujuan.